Sejak awal penyebaran Covid 19 yang sampai saat ini menelan banyak korban, hampir seluruh masyarakat Indonesia berharap untuk bebas dari paparan virus tersebut. Disaat yang bersamaan muncul suatu harapan bahwa para ilmuwan bisa menemukan obat yang dapat menangkal sekaligus mengobati para korban yang terkena Covid 19.
Awal tahun2021 merupakan momen yang sangat bermakna bagi saya, tidak tahu yang lain. Yang berharga menurut saya adalah para ilmuwan akhirnya bisa menjawab harapan dari masyarakat dengan menemukan vaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuh yang secara khusus terhadap penularan Covid 19. Saya yakin dalam kurun waktu sekitar 10 bulan, para ilmuwan ini bekerja keras untuk mendapatkan vaksin tersebut. Ini adalah sesuatu yang patut diapresiasi. Bahwa mereka bukan hanya berkerja untuk keluarganya, tetapi untuk semua orang. Terima kasih banyak.
Indonesia sendiri juga tentunya turut merasakan manfaat dari perjuangan para ilmuwan tersebut. Hal ini buktikan dengan langkah yang diambil oleh pemerintan Indonesia dengan mendatangkan vaksin yang selanjutnya diberikan secara gratis atau cuma-cuma oleh masyarakat tanpa membayar. Dan untuk menyakinkan masyarakat, Presiden kita Bapak Joko Widodo menjadi orang pertama yang menerima vaksin tersebut.
Dalam pelaksanaannya bahkan sebelum
dibagikan kepada masyarakat, vaksin tersebut diperdebatkan terlebih dikalangan elit-elit. Ada
yang mengatakan vaksin tersebut belum uji klinis, belum sampai tahap final dan
segala macam. Ada pula yang mengambil contoh dari negara lain untuk menolak
adanya vaksin dibagikan, karena belum final prosesnya dan segala macam. Ini bagi
saya sesuatu yang wajar karena tujuannya baik, yaitu untuk menghindari
kemungkinan buruk terjadi. Inilah bukti kecintaan terhadap sesama anak bangsa,
terlebih ketika diperhadapkan pada situasi pandemi. Apapun
pandangan dan masukan mengenai penangangan covid, paling tidak tetap
mengedepankan edukasi terlebih membangun optimisme bersama . Ini yang kadang
kala dilalaikan.
Belum lagi ketakutan
sudah mulai menggerogoti setiap individu, akibat korban yang berjatuhan setiap
hari. Pemberitaan tentang korban Covid 19 juga juga baik di media cetak maupun
online, di stasiun televisi menjadi santap setiap hari. Tapi
mari kita lihat lebih jauh lagi. Upaya-upaya untuk menangkal Covid yang seperti
tertuang dalam protokoler kesehatan dimasa darurat karena pandemi seperti menjaga jarak, memakai
masker dan mencuci tangan
sudah diterapkan sejak awal. Upaya tersebut kembali diperkuat dengan pembatasan
aktivitas masyarakat baik diperkantoran, tempat umum seperti mall, tempat
hiburan, tempat wisata dan bahkan peserta didik yang adalah aset masa depan bangsa harus belajar dari rumah. Hari ini upaya lain untuk meningkatkan penanganan penyebaran
Covid 19 adalah dengan vaksinasi bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kita lupa bahwa vaksin yang dimaksud merupakan salah satu upaya untuk
meningkatkan kekebalan tubuh dan tidak menutup kemungkinan setiap kita
berpotensi terpapar covid 19 meskipun divaksin. Tidak ada bedanya ketika kita
mengenakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan setiap saat, bukan berarti
kita bebas. Buktinya hari ini banyak orang disekitar yang yang tepapar tanpa
gejala. Jika demikian, kenapa vaksin yang merupakan produk dari ilmu pengetahuan
dan teknologi menjadi sebuah perdebatan yang begitu heboh.
Memperdebatkan vaksin apalagi menolak divaksin, tidak ada bedanya kita menolak
ketika prokes tentang 3M diberlakukan, karena fungsinya sama yaitu pencegahan. Jika
demikian, maka mari kita semua melanggar prokes darurat pandemi bersama-sama,
kita saksikan betapa tragisnya saudara-saudara kita mati dimana-mana lalu kita
roboh sebagai satu bangsa yang katanya menjunjung tinggi kemanusiaan. Tetapi pada
dasarnya, saya sangat mempercayai bahwa kita bisa menjaga diri dengan cara kita
sendiri, tanpa harus membuat kegaduhan ditengah merosotnya ekonomi, terlebih masyarakat
menengah kebawa. Terpenting adalah menjaga agar tidak ada lagi korban yang
berjatuhan akibat keserakahan dan keegoisan kita.
Dan terakhir, secara pribadi saya merasa sangat bersyukur. Bahwa ditengah kondisi yang terantah
berantakan ini, para ilmuwan dengan kegigihannya melakukan penelitian dan
eksperimen lalu pada akhirnya menghasilkan vaksin dan berbagai jenis obat-obat
lainnya yang selama ini sering kita konsumsi. Vaksin sebagai salah satu produk
ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan sebuah aksi nyata dalam memperjuangkan
sekaligus menjawab berbagai permasalahan hidup dan kemanusiaan. Sebuah persembahan
yang dinikmati oleh semua orang dan tidak bisa dipungkiri lagi. Oleh sebab itu
perdebatan tentang vaksin seharus lebih kepada memberikan masukan dan solusi. Menolak
vaksin menunjukan bahwa kita sama sekali tidak menghargai perjuangan dan karya
para ilmuwan. Bukankah hari ini kita sedang menikmati karya mereka selama ini?.
Jangan sampai lupa yah.
Mari kita dukung gerakan vaksinasi diseluruh pelosok
nusantara sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dengan tetap menjaga diri
sesuai dengan protokol kesehatan. Jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan.
Bagi saudara-sudara yang tidak ingin divaksin, cukup dengan diam dan menjaga
diri saja, anda sudah menyelamatkan orang disekitar kita. Sekian...
#kitasatu #kitakuat #kitabersinar #kitabisa
Penulis
M. Edi Hurun, S.Pd.
(Komunitas Behiro)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar