Jumat, 26 Maret 2021

Proses Sosial adalah Universitas Kehidupan


Tempat dimanapun sesorang hidup merupakan panggung utama dalam mencapai tujuan hidup. Mencapai tujuan hidup adalah alasan utama manusia hidup. Tujuan hidup yang menggerakan setiap individu melalui rekayasa perilaku yang menghantarkan manusia kepada  tujuan atau goal orientation. Alasan-alasan tersebut lalu secara terus-menerus mendorong manusia untuk terus berusaha dengan berbagai cara untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh sebab itu, dalam pelaksanaannya maka, ada beberapa tingkatan kebutuhan yang harus dipenuhi yang selanjutnya dijadikan sebagai modal dasar dalam upaya pencapaiannya. Dengan demikian, jika mengacu kepada piramida kebutuhan yang digagaskan oleh Abraham Maslow maka, kebutuhan dasar sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri harus betul-betul dipenuhi oleh setiap individu. Proses atau kebutuhan aktuliasasi diri inilah yang membuat setiap orang membutuhkann sebuah ruang sebagai tempat untuk mengekspresikan diri dengan menggerakan semua kemampuan yang dimiliki dalam pendekatan dan metode yang sesuai dengan karakter setiap individu.

Selanjutnya mengenai ruang aktualisasi tersebut, bukan semata-mata merujuk pada kondisi fisik tetapi juga menekankan pada sebuah proses penjiwaan yang melibatkan waktu dan kesempatan serta kehadiran orang lain yang saling memberikan stimulus dan pengaruh. Ruang-ruang tersebut dapat berupa kondisi di keluarga, lingkungan kerja, komunitas ataupun organisasi tertentu. Proses tersebut selanjutnya dinamakan proses sosial. Ginsbers mendefinisikan proses sosial sebagai jenis interaksi yang dilaksanakan individu dengan tujuan membangun kerja sama, diferensiasi, konflik, integrasi, pengembangan serta hilangnya hubungan sosial. Jika mengacu dari pengertian tersebut maka dipahami bahwa proses sosial terjadi atas dasar kontak antara individu baik secara langsung maupun tidak langsung. Hubungan timbal balik tersebut, lalu pada akhirnya melahirkan sebuah pola interaksi.

Menyimak salah satu tujuan proses sosial yang digagas oleh Ginsbers tentu menjadi pembahasan serius, yakni pengembangan. Dan ini akan menjadi menarik jika dipahami secara komprehensif. Pengembangan yang dimaksud merujuk kepada peningkatan sumber daya secara kualitas relasi maupun kualitas individu. Pertanyaannya apakah mungkin proses sosial menjamin seseorang dalam pengembangan diri?. Tentu sangat mungkin!. Ketika interaksi itu terjadi maka akan ada kontak dan komunikasi yang menjembatani proses tersebut. Dalam sebuah interaksi kita akan bersentuhan langsung dan mempelajari karakter orang, budaya, kebiasaan serta perilaku seseorang yang tentu akan berbeda satu sama lain. Secara psikologis, setiap individu selalu berkeinginan untukn tampil secara optimal apalagi diekspresikan terhadap banyak orang yang akan mendengar, melihat dan merasakan. Keinginan inilah yang memacu individu untuk terus mengembagkan diri untuk pada akhirnya diterima dengan baik secara sosial dan kemudian diakui. Maka disinilah eksitensial manusia akan terwujud.

Sebuah kasus di Amerika tentang seorang anak yang dikurung bapaknya selama bertahun-tahun secara tidak manusiawi. Tidak ada ruang interaksi pada anak dan keluarganya, bahkan ketika memberikan makanan pada anak itu, tidak diperbolehkan berbicara. Dan pada suatu hari, anak itu berhasil dibawa kabur oleh ibunya ke dinas sosial. Saat ditanyakan oleh petugas, anak  tersebut hanya menundukan kepala bahkan tidak mau mendengarnya. Satu hal yang bisa disimpulkan dari kasus ini adalah betapa komunikasi dan pola interaksi turut membentuk karakter seseorang. Pembatasan ruang komunikasi antara orang tua dan anak, telah membunuh karakter sert mental seorang anak.

Bicara soal proses sosial tentu melibatkan orang lain yang mempunyai karakter dan kepribadian berbeda-beda dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan. Sebetulnya perbedaan tersebut bisa dijadikan sebagai referensi dalam pengembangan diri. Bahwa satu kekurangan pada diri kita adalah seribu kelebihan pada orang lain. Oleh sebab itu setiap kita dituntut untuk membuka diri terhadap semua orang yang berpotensi untuk dijadikan sumber dalam mengembangkan diri. Menyangkut perbedaan karakter, tentu siapapun tidak bisa merubahnya, apalagi kemudian dipaksakan. Perbedaan hanya bisa dipahami dan dijalin atas dasar rasa kemanusiaan. Akan tetapi kondisi ini bukan menutup kemungkinan bagi individu untuk mencapai semua persamaan. Tetapi diatas semua itu, kita semua disatukan oleh kesadaran diri.

Setiap individu adalah tersimpan sejuta bakat dan keterampilan. Walaupun ada dalam diri namun banyak orang yang tidak mengetahui apa yang menjadi kelebihan atau kekurangannya. Oleh sebab itu kita butuh orang lain. Hal ini kembali diperkuat oleh teori psikologi tentang memahami hubungan dengan diri dan orang lain  yang digagas oleh Joseph Luft dan Harrington Ingham. Teori ini kemudian dinamakan dengan Jendela Johari atau Johari Window. Ada satu kondisi dimana apa yang terjadi pada diri kita yang hanya diketahui oleh orang lain. Disini kita disebut sebagai buta diri. Buta diri bisa berwujud dalam perilaku, sikap, pola pikir dan sebagainy. Maka proses sosial yang melibatkan orang lain akan berperan sebagai orang yang akan menyadarkan kita dari buta diri tersebut. Dan melalui orang lain, tangan Tuhan hadir menyapa kita.

Sampai pada tahap ini, kita memahami betapa besarnya pengaruh proses sosial dalam mengenali dan memahami diri secara utuh. Proses sosial bukan hanya memberikan kita ruang untuk mengekspresikan diri, tetapi juga untuk mengembangkan diri secara optimal. Hari ini banyak orang yang masih mengurungkan diri dari pergaulan lalu menganggap diri hebat. Banyak pula yang menggunakan proses sosial hanya untuk bisa diakui tanpa mendalami proses. Banyak pula yang memanfaatkan proses sosial untuk keuntungan pribadi. Tetapi marilah kita memaknai proses sosial sebagai ruang pengembangan diri dan tentu memberikan dampak yang baik kepada siapapun. Kehidupan bukan hanya urusan makan, tidur, seks dan kematian. Hidup menuntut kita untuk mampu bersosialisasi dan berdiri di atas semua perbedaan. Proses inilah yang akan menghantarkan kita kepada makna kehidupan yang sesungguhnya. Dalam proses sosial kita akan memahami kehidupan secara  utuh. Maka satu yang saya mau katakan adalah meleburlah dengan lingkungan yang bukan hanya memberikan rasa nyaman tetapi mendorong kita untuk berkembang.

 Salam 

3 komentar:

  1. Meskipun ini bacaan berat menurut saya (karena saya biasanya membaca komik/yang ringan - ringan), oke proses sosial itu tidak mudah bagi sebagian orang. Kadang apa yang dipandang biasa dan hal mudah bagi orang kebanyakan, belum tentu hal yang mudah dilakukan oleh orang lain. Semoga tulisannya membantu banyak orang dan bisa lebih ringkas dan sederhana sehingga orang biasa seperti saya dapat memahami dengan lebih baik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih kaka untuk masukannya, Tuhan sayang selalu.

      Hahaero...

      Hapus
    2. trims. kemampuan saya belum sepadan dengan kemampuan Anda menulis, masih jauh dibawah. jadi mohon maaf bila tidak/blm bisa memberi masukan yang seimbang. 🙏

      Hapus

SESUATU YANG HILANG (Part 1)

  Beberapa hari terakhir ini, lampu jalan di sepanjang jalan Ibrahim Haji padam. Jalanan hanya bisa diterangi oleh lampu kendaraan bermotor,...